Temanku, Teroris?
![]() Lihat ukuran besarnya |
Temanku, Teroris? |
|
|
Harga per-unit (piece):
Rp70.000,00
|
||
| Ajukan pertanyaan tentang produk ini | ||
![]() ![]() Temanku Teroris? Sebuah Buku Karya Noor Huda IsmailTeroris, kata itu sudah hampir dari 8 tahun ini melekat di negara Indonesia ini. Jaringan teroris yang selalu meneror manusia muncul bak rumput ilalang di musim hujan, tumbuh subur di mana saja. Mulai dari peristiwa bom bali 1 tahun 2002 yang mengorbankan 202 orang dan mencederakan 209 yang lain, kebanyakan merupakan wisatawan asing. Disusul bom bali 2 pada tahun 2005 dan terjadi tiga pengeboman, satu di Kuta dan dua di Jimbaran dengan sedikitnya 23 orang tewas dan 196 lainnya luka-luka. Dan masih banyak catatan pengeboman lainnya yang disinyalir dilakukan para teroris itu. Negara Indonesia langsung tercoreng namanya akibat kejadian itu, khususnya kepada Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki karena hampir dari semua teroris yang melakukan bom bunuh diri itu adalah alumni dari pnodok Al-Mukmin Ngruki. Salah satu contohnya adalah Amrozi cs, dan juga Mubarok . Mereka adalah alumni jebolan dari pondok itu. Setelah kejadian itu, Pondok pesatren Ngruki tercoreng namanya hingga sampai-sampai pemimpin pondok tersebut yaitu KH Abu Bakar Ba’asyir juga ditetapkan sebagai tersangka dan pernah di tahan oleh kepolisian Indonesia. Karena hal ini, seorang alumni Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki yang pernah bekerja di Washington Post yaitu Noor Huda Ismail menerbitkan sebuah buku atau lebih tepatnya novel jurnalistik yang diberi judul “Temanku Teoris?”. Buku yang isinya bukan fiksi tapi kumpulan fakta-fakta ini mengupas tuntas dan juga menjawab pertanyaan masayarakat tentang argumentasi mereka bahwa semua alumni dari Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki adalah teroris. Di buku ini Noor Huda membahas bahwa tak semua alumni pondok pesantren Ngruki mempunyai kesamaan persepsi tentang makna jihad. Walaupun kitab yang digunakan sama yaitu Al-Qur’an, tetapi mereka memiliki perjalanan hidup yang berbeda. “Tak sedikit dari alumni Ngruki yang berprofesi sebagai ekonom, PNS, guru, wartawan, politisi, seniman, dan lain-lain”‘ ujar Noor Huda. Melalui buku ini, Noor Huda juga menginginkan pembaca merenungkan kembali mengenai makna jihad, yang selama ini selalu dianggap oleh kalangan ‘jihadis’ dengan perang. Bagi Noor Huda masih banyak cara lain yang dilakukan untuk berjihad dengan cara yang damai. Dengan buku ini pula, Noor Huda ingin menjelaskan secara gamblang mengenai dampak nyata dari aksi-aksi terorisme. Salah satu yang diangkat oleh Huda pada buku ini adalah munculnya anak-anak yatim dari korban maupun pelaku terorisme. Bagaimana nasib anak-anak yatim itu pasca kejadian pemboman itu? Sumber: http://www.detiknews.com/read/2010/07/16/081037/1400431/10/temanku-teroris-kisah-2-alumni-ngruki-di-jalan-berbeda?hl |
||
Komentar pelanggan:Saat ini belum ada komentar mengenai produk ini.Silahkan login untuk menuliskan komentar Anda. |
||
Produk yang sudah Anda lihat
- Teori Akuntansi (Kategori: Akuntansi)
- Teh YACON (Kategori: OBAT HERBAL)
- BERIBADAH DENGAN SEKS (Kategori: UMUM)
- SOEKARNO MUDA (Kategori: UMUM)
Produk Terbaru
Member Login
Live Support
Produk Spesial
Berita Terbaru
Tamu Online
Kategori Produk
Akuntansi Buku Agama Islam Buku Unik CD Power Point Presentasi Ekonometrika Ekonomi Input Output Manajemen Metodologi Penelitian OBAT HERBAL Statistika UMUM UmumIklan Pojok

















Technical Support








